<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Orisboy's Blog</title>
	<atom:link href="http://orisboy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://orisboy.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Mar 2009 05:17:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='orisboy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Orisboy's Blog</title>
		<link>http://orisboy.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://orisboy.wordpress.com/osd.xml" title="Orisboy&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://orisboy.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SEJARAH-SEJARAH MASKAPAI PENERBANGAN DI INDONESIA</title>
		<link>http://orisboy.wordpress.com/2009/03/07/sejarah-sejarah-maskapai-penerbangan-di-indonesia-2/</link>
		<comments>http://orisboy.wordpress.com/2009/03/07/sejarah-sejarah-maskapai-penerbangan-di-indonesia-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 05:17:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orisboy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orisboy.wordpress.com/2009/03/07/sejarah-sejarah-maskapai-penerbangan-di-indonesia-2/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orisboy.wordpress.com&amp;blog=6753030&amp;post=40&amp;subd=orisboy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orisboy.wordpress.com&amp;blog=6753030&amp;post=40&amp;subd=orisboy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orisboy.wordpress.com/2009/03/07/sejarah-sejarah-maskapai-penerbangan-di-indonesia-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf0348c315aa9f9131297092aa0de4dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">orisboy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://orisboy.wordpress.com/2009/03/06/34/</link>
		<comments>http://orisboy.wordpress.com/2009/03/06/34/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 08:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orisboy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orisboy.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Mandala Airlines Mandala Airlines adalah maskapai penerbangan Indonesia. Sejarah Singkat Berdiri sejak 1969, Mandala Airlines merupakan salah satu perintis usaha penerbangan komersial di Indonesia. Mandala adalah satu-satunya perusahaan penerbangan non-pemerintah generasi awal yang telah berhasil melewati masa krisis dan mampu berkembang pesat untuk menghadapi persaingan modern dengan mengembangkan organisasi, kemampuan operasional dan juga armada pesawatnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orisboy.wordpress.com&amp;blog=6753030&amp;post=34&amp;subd=orisboy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 class="firstHeading">Mandala Airlines</h1>
<p><strong>Mandala Airlines</strong> adalah <a title="Maskapai penerbangan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maskapai_penerbangan">maskapai penerbangan</a> <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>.</p>
<h2><span class="mw-headline">Sejarah Singkat</span></h2>
<p>Berdiri sejak 1969, Mandala Airlines merupakan salah satu perintis usaha penerbangan komersial di Indonesia. Mandala adalah satu-satunya perusahaan penerbangan non-pemerintah generasi awal yang telah berhasil melewati masa krisis dan mampu berkembang pesat untuk menghadapi persaingan modern dengan mengembangkan organisasi, kemampuan operasional dan juga armada pesawatnya.</p>
<p>Dengan melayani lebih dari 20 kota besar, Mandala telah menjadi sarana pemersatu wilayah Indonesia, yang terbentang dari Pulau Sabang di ujung barat hingga Kabupaten Merauke di ujung timur.</p>
<p>Pada pertengahan tahun 2006, Mandala resmi tergabung ke dalam Cardig Internasional, kelompok usaha yang telah lama berkecimpung di bidang transportasi udara, kargo, logistik, jasa kurir, catering dan lain-lain. Dengan masuknya Cardig International, Mandala Airlines bertekad memposisikan kembali citranya untuk menjadi maskapai penerbangan yang memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang.</p>
<p>Transformasi Mandala telah dilengkapi dengan komitmen pemegang saham Mandala melalui pembelian 30 pesawat Airbus A320 dan Airbus A319 untuk meremajakan armada pesawat Mandala.</p>
<p>Mandala memperoleh sertifikat kategori 1 dari DSKU pada Oktober 2007 dengan meraih skor 181 di bulan Desember 2007 dari DSKU</p>
<h2><span class="mw-headline">Armada</span></h2>
<p>Armada Mandala Airlines per 1 Juli 2008 terdiri dari:<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mandala_Airlines#cite_note-0">[1]</a></sup></p>
<ul>
<li>4 <a title="Airbus A320" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Airbus_A320">Airbus A320</a></li>
<li>2 <a class="mw-redirect" title="Airbus A319" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Airbus_A319">Airbus A319</a></li>
<li>2 <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-400" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-400">Boeing 737-400</a></li>
<li>30 total pemesanan airbus 320 baru gress dari pabrik</li>
</ul>
<h2><span class="mw-headline">Jalur Penerbangan</span></h2>
<p>Mandala Airlines berkonsentrasi pada jalur penerbangan utama dengan ibukota provinsi di Indonesia seperti <a class="mw-redirect" title="Medan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan">Medan</a>, <a class="mw-redirect" title="Padang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang">Padang</a>, <a class="mw-redirect" title="Pekanbaru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pekanbaru">Pekanbaru</a>, <a class="mw-redirect" title="Batam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batam">Batam</a>,<a class="mw-redirect" title="Pangkalpinang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pangkalpinang">Pangkalpinang</a>,<a title="Jambi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jambi">Jambi</a>,<a title="Bengkulu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bengkulu">Bengkulu</a> <a class="mw-redirect" title="Semarang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semarang">Semarang</a>, <a class="mw-redirect" title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a>, <a class="mw-redirect" title="Surabaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surabaya">Surabaya</a>, <a class="mw-redirect" title="Denpasar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Denpasar">Denpasar</a>, <a class="mw-redirect" title="Pontianak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pontianak">Pontianak</a>, <a class="mw-redirect" title="Banjarmasin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banjarmasin">Banjarmasin</a>, <a class="mw-redirect" title="Balikpapan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Balikpapan">Balikpapan</a>, <a class="mw-redirect" title="Kupang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kupang">Kupang</a>, dan <a class="mw-redirect" title="Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta">Yogyakarta</a>.</p>
<h2><span class="mw-headline">Penerbangan yang mengalami kecelakaan</span></h2>
<p>Tanggal 3 October 2006, Mandala 737-200 terbang dari Balikpapan terpeleset 50 meters dari landasan Tarakan airport. Tidak ada penumpang luka luka. Penyebab kecelakaan adalah jarak pandang yang kurang dari 400 meters karena tertutup kelabut.</p>
<p>INI ADALAH BOEING 747-200</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-35" title="p1046355_resize_resize" src="http://orisboy.files.wordpress.com/2009/03/p1046355_resize_resize.jpg?w=450&#038;h=341" alt="p1046355_resize_resize" width="450" height="341" /></p>
<h1 class="firstHeading">Lion Air</h1>
<p><strong>Lion Air</strong> adalah nama sebuah <a title="Maskapai penerbangan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maskapai_penerbangan">maskapai penerbangan</a> berbiaya murah yang berasal dari <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>.</p>
<h2><span class="mw-headline">Armada</span></h2>
<p>Armada Lion Air per 17 Agustus 2007 terdiri dari:<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lion_Airlines#cite_note-0">[1]</a></sup></p>
<ul>
<li>9 <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-400" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-400">Boeing 737-400</a></li>
<li>2 <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-300" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-300">Boeing 737-300</a></li>
<li>6 <a title="McDonnell Douglas MD-82" href="http://id.wikipedia.org/wiki/McDonnell_Douglas_MD-82">McDonnell Douglas MD-82</a></li>
<li>1 <a class="new" title="McDonnell Douglas MD-83 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=McDonnell_Douglas_MD-83&amp;action=edit&amp;redlink=1">McDonnell Douglas MD-83</a></li>
<li>4 <a class="new" title="McDonnell Douglas MD-90 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=McDonnell_Douglas_MD-90&amp;action=edit&amp;redlink=1">McDonnell Douglas MD-90</a></li>
<li>10 <a title="Boeing 737" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737">Boeing 737-900ER</a> (total pemesanan: 178) <sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lion_Airlines#cite_note-40-lagi-1">[2]</a></sup> <sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lion_Airlines#cite_note-22-lagi-2">[3]</a></sup></li>
</ul>
<h2><span class="mw-headline">Sejarah</span></h2>
<p>Perjalanan panjang yang telah ditempuh <strong class="selflink">Lion Air</strong> berawal dari <a class="mw-redirect" title="Penerbangan domestik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penerbangan_domestik">penerbangan domestik</a> yang kecil. Setelah 13 tahun pengalaman di bisnis wisata yang ditandai dengan kesuksesan biro perjalanan Lion Tours, kakak-beradik Kusnan dan Rusdi Kirana bertekad menjadikan impian mereka untuk memiliki usaha <a title="Penerbangan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penerbangan">penerbangan</a> menjadi kenyataan. Dibekali ambisi yang tinggi dan modal awal 10 juta dolar Amerika Serikat, Lion Air secara hukum didirikan pada bulan Oktober tahun 1999. Namun pengoperasian baru berjalan di mulai pada tanggal 30 Juni tahun 2000. Saat ini, Rusdi Kirana sebagai salah satu pemilik Lion Air memegang jabatan sebagai Presiden dan juga Direktur.</p>
<p>Hingga pertengahan 2005, bersama dengan penerbangan internasional lainnya, Lion Air menempati Terminal Dua <a class="mw-redirect" title="Bandara Sukarno-Hatta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Sukarno-Hatta">Bandara Sukarno-Hatta</a>; sedangkan perusahaan penerbangan lokal atau penerbangan domestik menempati Terminal Satu. Faktor tersebut, selain mampu memberikan para penumpang kemudahan penerbangan sambungan ke Indonesia atau dari Indonesia ke tujuan internasional lainnya, juga memberikan keuntungan lebih dari segi prestise. Tetapi kemudian Lion Air dipindahkan ke Terminal Satu, hingga saat ini.</p>
<p>Pada <a title="2005" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2005">2005</a>, Lion Air memiliki 24 pesawat penerbangan yang terdiri dari 19 seri MD80 dan lima pesawat DHC-8-301. Untuk memenuhi layanan yang rendah biaya, Armada Lion Air didominasi oleh <a class="new" title="MD80 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=MD80&amp;action=edit&amp;redlink=1">MD80</a> karena efisiensi dan kenyamanannya. Dalam upaya meremajakan armadanya, Lion Air telah memesan 60 <a title="Boeing 737" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737">Boeing 737-900ER</a> yang akan diantar bertahap dari 2007 hingga 2010. Pada Juni 2008, Lion air akan berubah menjadi full-service. Lion air juga berencana bersaing baik dengan garuda maupun saudi arabia air untuk menerbangi rute-rute umroh bahkan haji dengan pesawat 777.</p>
<h2><span class="mw-headline">Insiden yang menimpa Lion Air</span></h2>
<ul>
<li>14 Januari 2002, <a title="Lion Air Penerbangan 386" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lion_Air_Penerbangan_386">Lion Air Penerbangan 386</a>, <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-200" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-200">Boeing 737-200</a> rute <a class="mw-redirect" title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a>-<a class="mw-redirect" title="Pekanbaru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pekanbaru">Pekanbaru</a>-<a class="mw-redirect" title="Batam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batam">Batam</a> gagal mengudara (<em>take off</em>) dan terjerembab setelah lebih dari lima meter badan pesawat meninggalkan landasan pacu di <a class="mw-redirect" title="Bandara Sultan Syarif Kasim II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Sultan_Syarif_Kasim_II">Bandara Sultan Syarif Kasim II</a>, Pekanbaru. Tujuh orang penumpangnya luka-luka dan patah tulang.</li>
<li>31 Oktober 2003, Lion Air Penerbangan 787, <a class="mw-redirect" title="MD-82" href="http://id.wikipedia.org/wiki/MD-82">MD-82</a> rute <a title="Kota Ambon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Ambon">Ambon</a>-<a title="Makassar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makassar">Makassar</a>-<a class="mw-redirect" title="Denpasar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Denpasar">Denpasar</a>, keluar jalur saat mendarat di <a class="mw-redirect" title="Bandara Hasanuddin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Hasanuddin">Bandara Hasanuddin</a>, Makassar.</li>
<li>3 Juli 2004, Lion Air Penerbangan 332, MD-82 rute Jakarta-<a class="mw-redirect" title="Palembang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palembang">Palembang</a> mendarat tidak sempurna di <a class="mw-redirect" title="Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Sultan_Mahmud_Badaruddin_II">Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II</a>, Palembang.</li>
<li>30 November 2004, <a title="Lion Air Penerbangan 538" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lion_Air_Penerbangan_538">Lion Air Penerbangan 538</a>, MD-82 rute Jakarta-<a title="Solo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Solo">Solo</a>-<a class="mw-redirect" title="Surabaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surabaya">Surabaya</a> tergelincir saat melakukan pendaratan di <a class="mw-redirect" title="Bandara Adisumarmo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Adisumarmo">Bandara Adisumarmo</a>, Solo. 26 orang penumpangnya tewas.</li>
<li>10 Januari 2005, Lion Air Penerbangan 789, MD-82 gagal take off di <a class="mw-redirect" title="Bandara Wolter Monginsidi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Wolter_Monginsidi">Bandara Wolter Monginsidi</a>, Kendari akibat salah satu bannya kempes.</li>
<li>3 Februari 2005, Lion Air Penerbangan 791, MD-82 rute Ambon-Makassar tergelincir saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.</li>
<li>12 Februari 2005, Lion Air Penerbangan 1641, MD-82 rute <a title="Mataram" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mataram">Mataram</a>-Surabaya ketika akan <em>take off</em> di <a class="mw-redirect" title="Bandara Selaparang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Selaparang">Bandara Selaparang</a>, Mataram. Roda bagian depan tergelincir keluar landasan, sekitar setengah meter di sebelah utara dari pinggir landasan pacu.</li>
<li>6 Mei 2005, Lion Air Penerbangan 778, MD-82 rute Jakarta-Makassar pecah ban saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar. Akibatnya, pilot terpaksa menghentikan pesawat di landasan pacu sebelum mencapai lapangan parkir.</li>
<li>24 Desember 2005, Lion Air Penerbangan 792, MD-82 rute Jakarta-Makassar-<a title="Gorontalo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gorontalo">Gorontalo</a> tergelincir saat melakukan pendaratan di Bandara Hasanuddin, Makassar.</li>
<li>18 Januari 2006, Lion Air Penerbangan 778, MD-82 rute Ambon-Makassar-Surabaya tergelincir saat melakukan pendaratan di Bandara Hasanuddin, Makassar.</li>
<li>4 Maret 2006, Lion Air penerbangan 8987, MD-82 rute Denpasar-Surabaya tergelincir saat mendarat di <a class="mw-redirect" title="Bandara Juanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Juanda">Bandara Juanda</a>, Surabaya karena cuaca buruk.</li>
<li>7 April 2006, Lion Air Penerbangan 391, MD-82 rute Pekanbaru-Jakarta batal lepas landas karena gangguan pada roda kiri di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Pesawat itu tak jadi lepas landas karena roda kirinya tiba-tiba tak bergerak walaupun sudah bergerak dari apron menuju ujung landasan dan siap terbang.</li>
<li>24 Desember 2006, Lion Air Penerbangan 792, <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-400" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-400">Boeing 737-400</a> rute Jakarta-Makassar-Gorontalo tergelincir saat melakukan pendaratan di Bandara Hasanuddin, Makassar.</li>
<li>19 Maret 2007, Lion Air Penerbangan 311, MD-82 rute Banjarmasin-Surabaya batal lepas landas walaupun sempat meluncur di landasan pacu <a class="new" title="Bandar Udara Samsudin Noor (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bandar_Udara_Samsudin_Noor&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bandar Udara Samsudin Noor</a>, <a class="mw-redirect" title="Banjarmasin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banjarmasin">Banjarmasin</a>.</li>
<li>23 Februari 2009, Lion Air Penerbangan 972, MD-90 rute Medan-Batam-Surabaya mendarat darurat di <a class="mw-redirect" title="Bandara Hang Nadim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Hang_Nadim">Bandara Hang Nadim</a> Batam akibat macetnya roda depan. Semua penumpang selamat. <a class="external autonumber" title="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/02/23/20450631/pesawat.lion.air.mendarat.tanpa.roda.depan" rel="nofollow" href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/02/23/20450631/pesawat.lion.air.mendarat.tanpa.roda.depan">[1]</a></li>
</ul>
<p>SEBUAH PESAWAT LION AIRLINES BOEING 737-400</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-36" title="aaa" src="http://orisboy.files.wordpress.com/2009/03/aaa.jpg?w=450&#038;h=319" alt="aaa" width="450" height="319" /></p>
<h1 class="firstHeading">Merpati Nusantara Airlines</h1>
<p><strong>Merpati Nusantara Airlines</strong> atau selanjutnya dikenal dengan nama <strong>Merpati Nusantara</strong> yang selanjutnya dikenal sebagai <strong>Merpati</strong> dengan kode penerbangan <strong>MZ</strong> adalah salah satu perusahan penerbangan nasional domestik di <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Pernah beberapa tahun yang lalu menerbangan rute rute regional <a title="Asia Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara">Asia Tenggara</a> dan <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a>.</p>
<h2><span class="mw-headline">Sejarah</span></h2>
<p>Bermodal Rp10 juta dan enam pesawat, Merpati Nusantara Airlines memulai usahanya sebagai jembatan <a title="Udara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Udara">udara</a> yang menghubungkan tempat-tempat terpencil di <a title="Kalimantan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan">Kalimantan</a>. Sejak berdiri, tanggal <a title="6 September" href="http://id.wikipedia.org/wiki/6_September">6 September</a> <a title="1962" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1962">1962</a>, sampai sekarang, Merpati mengalami pasang surut. <em>&#8220;Jembatan Udara Nusantara&#8221;</em>. yang sarat misi ini memang seringkali dihimpit masalah.</p>
<p>Merpati <em>&#8220;lahir&#8221;</em> berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.19 tahun <a title="1962" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1962">1962</a> yang menetapkan pendirian perusahaan negara perhubungan udara daerah dan penerbangan serbaguna Merpati Nusantara, yang disebut juga PN Merpati Nusantara. Perusahaan milik negara ini memiliki lapangan usaha, meliputi penyelenggaraan perhubungan udara di daerah-daerah dan penerbangan serbaguna serta memajukan segala sesuatu yang berkaitan dengan angkutan udara dalam arti kata yang seluas-luasnya. Maksud dan tujuannya adalah dalam rangka turut membangun perekonomian nasional di sektor perhubungan udara dengan mengutamakan kepentingan rakyat.</p>
<p>Awalnya, Merpati memiliki armada jenis <a class="new" title="De Havilland (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=De_Havilland&amp;action=edit&amp;redlink=1">de Havilland</a> <a class="new" title="Otter/DHC-3 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Otter/DHC-3&amp;action=edit&amp;redlink=1">Otter/DHC-3</a> empat unit dan <a class="mw-redirect" title="DC-3" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DC-3">Dakota DC-3</a> dua unit, yang merupakan pesawat hibah dari Angkatan Udara Republik Indonesia (<a class="mw-redirect" title="TNI AU" href="http://id.wikipedia.org/wiki/TNI_AU">TNI AU</a>). Ketika itu diketahui, modal awal perusahaan berupa uang rupiah lama sejumlah Rp10 juta. Para pilot dan teknisi dipasok dari AURI, <a title="Garuda Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda_Indonesia">Garuda Indonesia</a> (dulu Garuda Indonesia Airways), dan perusahaan penerbangan sipil lainnya.</p>
<p>Sebagai direktur utama, ditunjuk Komodor Udara <a class="new" title="Henk Sutoyo Adiputro (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Henk_Sutoyo_Adiputro&amp;action=edit&amp;redlink=1">Henk Sutoyo Adiputro</a> (<a title="1962" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1962">1962</a>-<a title="1966" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1966">1966</a>), yang membawahi hanya 17 personel. Beberapa bulan kemudian, tahun <a title="1963" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1963">1963</a>, penerbangan Merpati pun tak hanya di Kalimantan, tapi juga menerbangi rute <a class="mw-redirect" title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a>-<a class="mw-redirect" title="Semarang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semarang">Semarang</a>, <a class="mw-redirect" title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a>-<a class="mw-redirect" title="Tanjung Karang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanjung_Karang">Tanjung Karang</a>, dan <a class="mw-redirect" title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a>-<a class="mw-redirect" title="Balikpapan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Balikpapan">Balikpapan</a>.</p>
<p>Tahun <a title="1964" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1964">1964</a>, Merpati menerima penyerahan seluruh hak konsesi dan operasi, serta kepemilikan sejumlah pesawat bekas maskapai <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a> <a class="new" title="NV de Kroonduif (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=NV_de_Kroonduif&amp;action=edit&amp;redlink=1">NV de Kroonduif</a> dari Garuda. Pengalihan ini dilakukan, dengan alasan Garuda sedang mengembangkan kegiatan untuk menjadi flag carrier nasional dan internasional. Pesawat hibah itu adalah tiga <a class="mw-redirect" title="DC-3" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DC-3">Dakota DC-3</a>, dua <a class="mw-redirect" title="Twin Otter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Twin_Otter">Twin Otter</a> dan satu Beaver. Dengan armada 12 pesawat, Merpati mulai tumbuh. Penerbangannya mulai merambah <a title="Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua">Papua</a> (<a class="mw-redirect" title="Irian Jaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irian_Jaya">Irian Jaya</a>), <a title="Sumatera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera">Sumatera</a>, dan <a title="Nusa Tenggara Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara_Barat">Nusa Tenggara Barat</a>.</p>
<p>Seiring pertumbuhannya, Merpati memandang perlu untuk memperkuat armadanya dengan tambahan tiga <a class="new" title="Dornier DO-28 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dornier_DO-28&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dornier DO-28</a> dan enam <a class="mw-redirect" title="Pilatus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pilatus">Pilatus</a> <a class="new" title="Porter PC-6 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Porter_PC-6&amp;action=edit&amp;redlink=1">Porter PC-6</a>. Namun, beberapa pesawat sebelumnya ada yang tidak lagi dapat dioperasikan sehingga armada efektif Merpati 15 pesawat. Jumlah karyawan Merpati pun bertambah, menjadi 583 orang.</p>
<h2><span class="mw-headline">Misi pemerintah</span></h2>
<p>Latar belakang pendirian Merpati adalah untuk mengemban tugas dan misi dari pemerintah. Namun, sejak tahun <a title="1966" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1966">1966</a>, Merpati mulai mengkomersialkan diri, di bawah Dirut Capt. <a class="new" title="R.B. Wibisono (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=R.B._Wibisono&amp;action=edit&amp;redlink=1">R.B. Wibisono</a> (<a title="1966" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1966">1966</a>-<a title="1967" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1967">1967</a>). Pada masa ini juga, perusahaan memperluas wilayah operasinya di <a title="Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua">Papua</a> dan membeli tiga pesawat Pilatus Porter. Misinya, berupa penerbangan-penerbangan perintis, tetap dijalankan. Merpati pun menerima bantuan tiga Twin Otter dari <a title="PBB" href="http://id.wikipedia.org/wiki/PBB">PBB</a>.</p>
<p>Pada masa Marsekal Pertama Udara <a class="new" title="Santoro Suharto (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Santoro_Suharto&amp;action=edit&amp;redlink=1">Santoro Suharto</a> (<a title="1967" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1967">1967</a>-<a title="1975" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1975">1975</a>), terlihat kemungkinan Merpati bisa mandiri. Maka, pemerintah daerah mengurangi subsidi operasi penerbangan perintis. Namun, ternyata, pengurangan subsidi tersebut menimbulkan masalah keuangan yang cukup pelik karena penerbangan komersialnya belum beroperasi dengan mantap.</p>
<p>Pemerintah turun tangan lagi, dengan memberinya konsesi untuk ikut ambil bagian dalam menjalankan penerbangan jarak jauh (trunk operation), jarak sedang (semi trunk), dan jarak dekat (federline operation). Untuk mendukung operasinya itu, Merpati menambah armada dengan tujuh <a class="mw-redirect" title="DC-3" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DC-3">Dakota DC-3</a>, yang dibeli dari <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a> dan Garuda. Pesawat-pesawat ini dipakai untuk menerbangi rute di <a title="Nusa Tenggara Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara_Timur">Nusa Tenggara Timur</a> yang ditinggalkan Garuda. Sementara itu, penerbangan jarak jauh dan menengah baru dilaksanakan tahun <a title="1970" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1970">1970</a>.</p>
<p>Guna meningkatkan efisiensi produksi, dan menjalankan tiga kelompok jalur niaganya, Merpati menambah armada dengan empat Vickers Viscount 828, tiga YS-11, dan dua HS-748. Sebagian dari pesawat-pesawat ini ada yang menerbangi rute internasional, seperti <a class="mw-redirect" title="Pontianak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pontianak">Pontianak</a>-<a title="Kuching" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kuching">Kuching</a> (<a class="mw-redirect" title="Serawak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serawak">Serawak</a>,<a title="Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a>) dan <a class="mw-redirect" title="Palembang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palembang">Palembang</a>-<a title="Singapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura">Singapura</a>. Di bawah Santoso pula, Merpati menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan penerbangan nasional dan internasional. Merpati menyerahkan seluruh pesawat Dakota-nya kepada <a class="new" title="PT Suryadirgantara (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=PT_Suryadirgantara&amp;action=edit&amp;redlink=1">PT Suryadirgantara</a>, untuk dioperasikan bersama. Selain itu, dalam meningkatkan pelayanan dan kinerja usaha, Merpati bekerjasama dengan sejumlah airlines asing, seperti <a class="new" title="Japan Air Lines (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Japan_Air_Lines&amp;action=edit&amp;redlink=1">Japan Air Lines</a>, <a title="Qantas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Qantas">Qantas</a>, <a title="Thai Airways International" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thai_Airways_International">Thai Airways International</a>, <a title="Lufthansa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lufthansa">Lufthansa</a>, <a class="new" title="Olimpic Airways (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Olimpic_Airways&amp;action=edit&amp;redlink=1">Olimpic Airways</a>, <a class="new" title="Trans Australia Airlines (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Trans_Australia_Airlines&amp;action=edit&amp;redlink=1">Trans Australia Airlines</a>, dan <a title="China Airlines" href="http://id.wikipedia.org/wiki/China_Airlines">China Airlines</a>. Kerjasama tersebut, salah satunya berupa kesepakatan dalam hal ticketing. Dengan menggunakan tiket Merpati, penumpang dapat terbang dengan airlines asing tersebut.</p>
<p>Tahun <a title="1972" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1972">1972</a>, dua Vickers Vanguard memperkuat lagi armada Merpati. Wilayah operasinya pun bertambah hingga ke <a title="Kuala Lumpur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kuala_Lumpur">Kuala Lumpur</a> dan <a class="mw-redirect" title="Darwin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Darwin">Darwin</a>. Merpati juga memperoleh bantuan dua Twin Otter dari Pemerintah <a title="Kanada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanada">Kanada</a>. Pada saat itu, Merpati mengoperasikan armada 32 pesawat, yaitu empat Vicker Viscount, empat YS-11, delapan Pilatus PC-6, tiga Dornier Do-28, tujuh Pilatus Porter, tiga DHC-6 Twin Otter, satu DHC-3 Otter, dan dua Vanguard.</p>
<p>Langkah-langkah usaha Santoso, yang kemudian mengelola airlines Seulawah yang bergabung dengan Mandala kini jadi <a title="Mandala Airlines" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mandala_Airlines">Mandala Airlines</a>, dilanjutkan Marsekal Muda Udara <a class="new" title="Ramli Sumardi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ramli_Sumardi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ramli Sumardi</a> (<a title="1975" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1975">1975</a>-<a title="1978" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1978">1978</a>). Merpati memiliki 37 pesawat, terdiri dari empat <a class="mw-redirect" title="DC-3" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DC-3">Dakota DC-3</a>, , empat <a class="mw-redirect" title="Twin Otter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Twin_Otter">Twin Otter</a>, dua <a title="Fokker F27" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fokker_F27">Fokker F-27</a>, dua <a class="new" title="HS-748 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=HS-748&amp;action=edit&amp;redlink=1">HS-748</a>, lima <a class="new" title="YS-11 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=YS-11&amp;action=edit&amp;redlink=1">YS-11</a>, lima <a class="new" title="VC-8 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=VC-8&amp;action=edit&amp;redlink=1">VC-8</a>, dan tiga <a class="new" title="VC-9 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=VC-9&amp;action=edit&amp;redlink=1">VC-9</a>, untuk menerbangi 97 kota di 19 propinsi. Pesawat-pesawat yang ada sebelumnya, sebagian memang sudah tak lagi operasi. Merpati juga mengoperasikan pesawat BAC-111 dan <a title="Boeing 707" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_707">B-707</a> untuk penerbangan borongan (carter) internasional, yang terbang <a class="mw-redirect" title="Denpasar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Denpasar">Denpasar</a>-<a title="Manila" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manila">Manila</a> dan <a title="Los Angeles" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Los_Angeles">Los Angeles</a>, <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a>-<a class="mw-redirect" title="Denpasar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Denpasar">Denpasar</a>, yang dihentikan tahun <a title="1979" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1979">1979</a>.</p>
<h2><span class="mw-headline">Bergabung dengan Garuda</span></h2>
<p>Tahun 1978, keluar PP, yang mempengaruhi riwayat Merpati, yaitu PP Nomor 30/1978, yang intinya mengharuskan Merpati mengalihkan modal ke <a title="Garuda Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda_Indonesia">Garuda Indonesia</a>. Merpati yang menjadi anak perusahaan Garuda, tetap menjalankan penerbangan perintis, lintas batas, transmigrasi, borongan wisatawan, dan angkutan barang, serta usaha-usaha lainnya. Pola operasi Merpati memang menyelenggarakan penerbangan pada semua jaraingan penerbangan dalam negeri, secara terpadu dan saling mengisi dengan Garuda.</p>
<p>Penerbangan perintis merupakan tantangan besar tapi mulia bagi Merpati. Namun dalam menjalankannya, Merpati mengikutsertakan sejumlah perusahaan penerbangan swasta. Seperti PT SMAC untuk melayani Sumatera Utara dan Tengah, sejak tahun <a title="1978" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1978">1978</a>, dengan PT DAS untuk wilayah Kalimantan (sejak <a title="1979" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1979">1979</a>), dengan PT Deraya di Kalimantan (sejak <a title="1988" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1988">1988</a>), dengan PT Indoavia di Maluku (sejak <a title="1988" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1988">1988</a>), dan dengan PT Asahi Mantrust di <a title="Kalimantan Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur">Kalimantan Timur</a>.</p>
<p>Pasca keluarnya PP itu, tahun 1979, Dirut Garuda <a title="Wiweko Soepono" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wiweko_Soepono">Wiweko Soepono</a> pun menunjuk <a title="R.A.J.Lumenta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/R.A.J.Lumenta">R.A.J.Lumenta</a> (1979-1983) sebagai direktur utama. Dengan menerapkan sistem manajemen yang ketat dan terarah, Lumenta membawa Merpati ke untuk melangkah lebih baik lagi. Dia juga meyakinkan pemerintah agar memberi dana segar sebesar 18 juta dollar AS, untuk memodernisasi armada.</p>
<p>Lumenta lah yang pertama kali menyuarakan bahwa Merpati tengah merugi, bahkan menuju kebangkrutan. Oleh karena itu, menjadi anak perusahaan Garuda dinilai sebagai langkah paling strategis, ketika itu. Lumenta, yang memang &#8220;orang Garuda&#8221;, pun mengelola Merpati dengan gaya manajemen Garuda, terutama dalam rencana penerbangannya</p>
<p>Kemajuan mulai terlihat, ketika tahun <a title="1980" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1980">1980</a>, Merpati memperoleh tambahan 14 NC-212 dari pemerintah. Kemudian, ditambah lagi dengan pembelian empat pesawat bekas dan enam pesawat baru dari jenis yang sama. Selain itu, hanggar-hanggar pemeliharaan pesawat pun dibangun di <a title="Makassar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makassar">Makassar</a> dan <a class="mw-redirect" title="Manado" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manado">Manado</a>. Adanya tempat-tempat perawatan pesawat tersebut, merupakan awal keberhasilan Merpati beroperasi di wilayah Timur.</p>
<p>Beberapa bulan di tahun 1983, Merpati dipimpin <a class="new" title="J. Soekardjo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=J._Soekardjo&amp;action=edit&amp;redlink=1">J. Soekardjo</a>. Karena masa jabatannya yang singkat itu, ia jarang disebut-sebut. Selanjutnya, pada <a title="10 November" href="http://id.wikipedia.org/wiki/10_November">10 November</a> <a title="1983" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1983">1983</a>, ia digantikan <a class="new" title="Soeratman (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Soeratman&amp;action=edit&amp;redlink=1">Soeratman</a> (<a title="1983" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1983">1983</a>-<a title="1989" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1989">1989</a>).</p>
<p>Pada masa jabatan Soeratman, Merpati memperoleh hibah dua <a class="new" title="Pesawat Hercules (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pesawat_Hercules&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pesawat Hercules</a> L-100 dari <a title="Pelita Air Service" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pelita_Air_Service">Pelita Air Service</a>, tahun <a title="1986" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1986">1986</a>. Merpati juga membuka penerbangan <a class="mw-redirect" title="Kupang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kupang">Kupang</a>-<a class="mw-redirect" title="Darwin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Darwin">Darwin</a> menggunakan <a class="new" title="HS-748 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=HS-748&amp;action=edit&amp;redlink=1">HS-748</a>, yang kemudian diganti dengan <a class="mw-redirect" title="Fokker F-28" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fokker_F-28">F-28</a>.</p>
<p>Tanggal <a title="25 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_Juni">25 Juni</a> <a title="1986" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1986">1986</a>, Merpati menandatangani kontrak pembelian 15 <a title="CN-235" href="http://id.wikipedia.org/wiki/CN-235">CN-235</a> dari <a class="mw-redirect" title="IPTN" href="http://id.wikipedia.org/wiki/IPTN">IPTN</a>, pada saat <a class="new" title="Indonesia Air Show (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indonesia_Air_Show&amp;action=edit&amp;redlink=1">Indonesia Air Show</a> (IAS) yang pertama di bekas <a class="mw-redirect" title="Bandara Kemayoran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Kemayoran">Bandara Kemayoran</a>, <a class="mw-redirect" title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a>. Penyerahan pertama pesawat yang awalnya merupakan hasil kerjasama CASA dan IPTN itu hanya berlangsung akhir tahun itu juga.</p>
<p>Pada Mei 1989, kembali ada penggatian pucuk pimpinan Merpati. Kali ini giliran Capt. <a class="new" title="F. H. Sumolang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=F._H._Sumolang&amp;action=edit&amp;redlink=1">F. H. Sumolang</a> (<a title="1989" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1989">1989</a>-[1992]]) Langkah ini sebagai titik tolak realisasi integrasi penuh atau operasi terpadu Merpati ke dalam Garuda Indonesia Group. Merpati ditetapkan sebagai pendukung operasi penerbangan Garuda di tingkat domestik. Sejumlah armada Garuda pun dialihkan kepada Merpati, antara lain, enam F-28 Mk.3000, 22 F-28 Mk. 4000, dan sembilan DC-9.</p>
<h2><span class="mw-headline">Berlanjutnya masalah Merpati</span></h2>
<p>Masa-masa <em>&#8220;gejolak&#8221;</em> di dalam tubuh Merpati masih berlangsung . <a class="new" title="Ridwan Fataruddin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ridwan_Fataruddin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ridwan Fataruddin</a> (<a title="1992" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1992">1992</a>-<a title="1995" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1995">1995</a>) yang menggantikan Sumolang, harus berhadapan dengan permasalahan kekurangan tenaga pilot, menyusul penarikan kembali armada Garuda dari tubuh Merpati. Program pengiriman calon pilot ke <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a> dan <a title="Selandia Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selandia_Baru">Selandia Baru</a> yang baru dijalankan, belum dapat mengatasi kekurangan tersebut. Walau di belakangan hari, pasca pemisahan Merpati-Garuda, masalah pilot ini menguak lagi.</p>
<p>Rencana pemisahan kembali dengan Garuda memang menimbulkan banyak masalah yang menghambat operasi Merpati. Apalagi pemisahan itu juga memberi kesempatan pada Garuda untuk menerbangi rute-rute domestik, yang sebelumnya juga diterbangi Merpati. Garuda dan Merpati pun bersaing di pasar yang sama. Persaingan semakin ketat karena sejumlah perusahaan swasta pun ikut meningkatkan frekuensi pada rute yang sama.</p>
<p>Pada masa itu, Merpati sempat menambah armada, dengan <a class="mw-redirect" title="Fokker F100" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fokker_F100">Fokker-100</a>, pesanan Garuda yang dialihkan, dan B737-200. Armada yang beroperasi pun menjadi 86 pesawat, walaupun masih belum mencukupi untuk menerbangi 466 rute di lebih dari 130 kota.</p>
<p>Permasalahannya memang kian terbuka, walau tidak pernah diungkapkan seperti sekarang. Masalah-masalah tersebut berdampak kepada ketepatan jadwal penerbangan (OTP, on time performace) yang makin rendah. Rendahnya tingkat OTP itu betul-betul menurunkan citra Merpati di mata pelanggannya.</p>
<p>Menurunnya kinerja tersebut, antara lain karena banyaknya tipe pesawat yang dimilikinya. Merpati ketika itu memiliki 8 tipe pesawat yang berbeda, yaitu <a class="mw-redirect" title="Fokker F100" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fokker_F100">Fokker-100</a>, <a title="Boeing 707" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_707">B737-200</a>, <a class="mw-redirect" title="Fokker F-28" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fokker_F-28">Fokker-28</a>, ATP, <a title="Fokker F27" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fokker_F27">Fokker-27</a>, <a title="CN-235" href="http://id.wikipedia.org/wiki/CN-235">CN-235</a>, <a class="new" title="NC- 212 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=NC-_212&amp;action=edit&amp;redlink=1">NC- 212</a>, dan <a class="mw-redirect" title="Twin Otter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Twin_Otter">Twin Otter</a>. Belum lagi banyaknya pesawat yang perlu perawatan sehingga menurunkan utilisasinya. Merpati pun sering terdengar <em>&#8220;merugi&#8221;</em>.</p>
<p>Permasalah yang terjadi saling berkait antara satu dengan yang lain. Misalnya, penyewaan pesawat yang penuh <em>mark up</em>, sewa pesawat yang tidak <em>feasible</em>, dan berbagai penyimpangan lainnya. Bahkan dikatakan, hampir semua transaksi yang terjadi tidak mendukung langkah-langkah untuk membawa perusahaan menjadi sehat.</p>
<p>Meski demikian, Merpati harus siap menghadapi kondisi yang ada. Menjelang pemisahan dengan Garuda, pada akhir tahun <a title="1996" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1996">1996</a>, Merpati berusaha mandiri, antara lain dengan cara lebih mengefisienkan diri dan memperbaiki kinerja perusahaan. Namun semua itu belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan, antara lain karena belum bisa memecahkan masalah permodalan dan perestruktiurisasian di tubuh perusahaan. Kerugian pun makin membengkak hingga Rp135 milyar, dengan penurunan kinerja pelayanan yang seringkali mengecewakan para pelanggannya.</p>
<p>Direktur Utama <a class="new" title="Budiarto Subroto (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budiarto_Subroto&amp;action=edit&amp;redlink=1">Budiarto Subroto</a> (<a title="1995" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1995">1995</a>-<a title="1999" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1999">1999</a>) berupaya mencari celah perbaikan dengan memangkas rute yang tidak menguntungkan. Saat itu, 34 rute perintis di <a title="Maluku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku">Maluku</a>, <a title="Nusa Tenggara Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara_Barat">Nusa Tenggara Barat</a>, <a title="Nusa Tenggara Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara_Timur">Nusa Tenggara Timur</a>, dan <a title="Sulawesi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi">Sulawesi</a>, yang biasanya diterbangi <a class="new" title="NC- 212 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=NC-_212&amp;action=edit&amp;redlink=1">NC- 212</a>, dan enam rute lain di <a title="Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua">Papua</a>, dipangkas jumlah frekuensinya dan ditutup, walau 28 rute perintis masih dipertahankan. Pada masa itu, Merpati lebih banyak menata kembali rute perintis.</p>
<p>Pada masa itu, Merpati dengan &#8220;berani&#8221; mendatangkan <a class="mw-redirect" title="A310" href="http://id.wikipedia.org/wiki/A310">A310</a> dan <a class="new" title="A300-600 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=A300-600&amp;action=edit&amp;redlink=1">A300-600</a> untuk menjelajah rute internasional ke Australia. Penerbangan ini membukukan utang yang tak sedikit. Belum lagi persoalan pesawat ATP yang tak lagi laik terbang sehingga grounded, walau tetap harus membayar sewa. Ada lagi Tristar, untuk menggantikan <a class="mw-redirect" title="A310" href="http://id.wikipedia.org/wiki/A310">A310</a>, dan kemudian BAe-146-100, yang operasinya hanya &#8220;sekejap&#8221;.</p>
<p>Kerugian pun tak pernah &#8220;beranjak&#8221;. Pada semester pertama <a title="1997" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1997">1997</a>, misalnya, kerugiannya mencapai Rp40,1 milyar. Makin terpuruk pada semester kedua 1997, saat krisis mulai melanda. Hutang Merpati pun menjadi lebih besar dari asetnya.</p>
<p>Berdasarkan analisis pengamat penerbangan yang menyebut bahwa pada tahun <a title="1998" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1998">1998</a>, nilai aset Merpati sudah mencapai lebih Rp 830 milyar di bawah <a title="Utang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utang">utang</a>, tidaklah menjadikan Merpati &#8220;bangkrut&#8221;. Awal tahun <a title="1999" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1999">1999</a>, <a class="new" title="Wahyu Hidayat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wahyu_Hidayat&amp;action=edit&amp;redlink=1">Wahyu Hidayat</a> dan jajarannya &#8220;diperintahkan&#8221; untuk membenahinya.</p>
<p>Gebrakan direksi baru itu cukup meyakinkan. Merpati mulai membenahi kinerja operasinya. Seperti, tingkat keselamatan penerbangan makin tinggi dan OTP {<em>On Time Performance</em>) secara perlahan merambat naik. Dengan slogan <em>&#8220;Get The Feeling&#8221;</em>, Merpati mulai berbenah dengan serius. Tahun 1999, diumumkan bahwa Merpati meraih laba operasi, yang kedua setelah tahun 1992.</p>
<p>Namun, tantangan dan ancaman makin kompleks. Di luar, persaingan makin ketat. Selain bermunculan airlines swasta yang baru, Garuda pun makin menancapkan keberadaannya di domestik. Jumlah karyawannya saja 4.300 orang dengan 600 pilot, tapi hanya mengoperasikan 35 pesawat.</p>
<h2><span class="mw-headline">Armada</span></h2>
<p>Armada Merpati Nusantara Airlines per 1 Januari 2007 terdiri dari:<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merpati_Airlines#cite_note-0">[1]</a></sup></p>
<ul>
<li>9 <a title="Boeing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing">Boeing</a> <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-200" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-200">737-200</a> (<a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang IATA (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_IATA&amp;action=edit&amp;redlink=1">IATA</a>:732 <a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang ICAO (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_ICAO&amp;action=edit&amp;redlink=1">ICAO</a>:B732)</li>
<li>1 <a title="Boeing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing">Boeing</a> <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-300" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-300">737-300</a> (<a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang IATA (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_IATA&amp;action=edit&amp;redlink=1">IATA</a>:733 <a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang ICAO (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_ICAO&amp;action=edit&amp;redlink=1">ICAO</a>:B733)</li>
<li>3 <a class="mw-redirect" title="Fokker F100" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fokker_F100">Fokker-100</a></li>
<li>23 <a class="mw-redirect" title="Fokker F-28" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fokker_F-28">Fokker-28</a></li>
<li>12 <a title="Fokker F27" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fokker_F27">Fokker-27</a></li>
<li>14 <a title="CN-235" href="http://id.wikipedia.org/wiki/CN-235">CN-235</a></li>
<li>9 <a title="CASA C 212" href="http://id.wikipedia.org/wiki/CASA_C_212">CASA C 212</a></li>
<li>9 <a title="DHC-6" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DHC-6">DHC-6</a></li>
</ul>
<p>MERPATI AIRLINES BOEING 737-400</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-37" title="wa" src="http://orisboy.files.wordpress.com/2009/03/wa.jpg?w=450" alt="wa"   /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orisboy.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orisboy.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orisboy.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orisboy.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/orisboy.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/orisboy.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/orisboy.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/orisboy.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orisboy.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orisboy.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orisboy.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orisboy.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orisboy.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orisboy.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orisboy.wordpress.com&amp;blog=6753030&amp;post=34&amp;subd=orisboy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orisboy.wordpress.com/2009/03/06/34/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf0348c315aa9f9131297092aa0de4dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">orisboy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orisboy.files.wordpress.com/2009/03/p1046355_resize_resize.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">p1046355_resize_resize</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orisboy.files.wordpress.com/2009/03/aaa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aaa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orisboy.files.wordpress.com/2009/03/wa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://orisboy.wordpress.com/2009/03/06/29/</link>
		<comments>http://orisboy.wordpress.com/2009/03/06/29/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 07:38:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orisboy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orisboy.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[2.Adam Air Adam Air (nama resmi: PT. Adam SkyConnection Airlines) adalah sebuah maskapai penerbangan berbiaya murah yang berbasis di Indonesia. Untuk rute internasional, Adam Air melayani penerbangan ke Singapura dan Penang (Malaysia). Maskapai penerbangan ini didirikan oleh Sandra Ang dan Agung Laksono, yang juga menjabat sebagai Ketua DPR, dan mulai beroperasi pada 19 Desember 2003 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orisboy.wordpress.com&amp;blog=6753030&amp;post=29&amp;subd=orisboy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 class="firstHeading">2.Adam Air</h1>
<p><strong>Adam Air</strong> (nama resmi: <strong>PT. Adam SkyConnection Airlines</strong>) adalah sebuah <a title="Maskapai penerbangan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maskapai_penerbangan">maskapai penerbangan</a> berbiaya murah yang berbasis di <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Untuk rute internasional, Adam Air melayani penerbangan ke <a title="Singapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura">Singapura</a> dan <a class="mw-redirect" title="Penang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penang">Penang</a> (Malaysia). Maskapai penerbangan ini didirikan oleh Sandra Ang dan <a title="Agung Laksono" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agung_Laksono">Agung Laksono</a>, yang juga menjabat sebagai <a class="mw-redirect" title="Ketua DPR" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ketua_DPR">Ketua DPR</a>, dan mulai beroperasi pada <a title="19 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/19_Desember">19 Desember</a> <a title="2003" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2003">2003</a> dengan penerbangan perdana ke <a class="mw-redirect" title="Balikpapan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Balikpapan">Balikpapan</a>. Pada awal beroperasi Adam Air menggunakan dua Boeing 737 sewaan. Saat pertama diluncurkan, Adam Air mengklaim bahwa mereka menggunakan &#8220;Boeing 737-400 baru&#8221; walaupun ternyata pesawat Boeing mereka sebenarnya merupakan sewaan yang telah berusia lebih dari 15 tahun.<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Air#cite_note-kontroversi-0">[1]</a></sup> Boeing telah menghentikan produksi 737-400 selama beberapa tahun.<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Air#cite_note-1">[2]</a></sup></p>
<p>Pada 9 November 2006, Adam Air menerima penghargaan Award of Merit dalam the Category Low Cost Airline of the Year 2006 dalam acara 3rd Annual Asia Pacific and Middle East Aviation Outlook Summit di <a title="Singapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura">Singapura</a>.</p>
<p>Setelah berbagai insiden dan kecelakaan yang menimpa maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia, pemerintah Indonesia membuat pemeringkatan atas maskapai-maskapai tersebut. Dari hasil pemeringkatan yang diumumkan pada 22 Maret 2007, Adam Air berada di peringkat III yang berarti hanya memenuhi syarat minimal keselamatan dan masih ada beberapa persyaratan yang belum dilaksanakan dan berpotensi mengurangi tingkat keselamatan penerbangan. Akibatnya Adam Air mendapat sanksi administratif yang akan direview kembali setiap 3 bulan. Bila tidak ada perbaikan kinerja maka <em><a class="new" title="Air Operator Certificate (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air_Operator_Certificate&amp;action=edit&amp;redlink=1">Air Operator Certificate</a></em> dapat dibekukan.<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Air#cite_note-2">[3]</a></sup></p>
<p>Pada April 2007, <a title="Bhakti Investama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bhakti_Investama">PT. Bhakti Investama</a> melalui anak perusahaannya Global Air Transport membeli 50% saham Adam Air dari keluarga Sandra Ang dan Adam Suherman, namun setahun kemudian pada 14 Maret 2008 menarik seluruh sahamnya karena merasa Adam Air tidak melakukan perbaikan tingkat keselamatan serta tiadanya transparansi.<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Air#cite_note-3">[4]</a></sup> Kegiatan operasional Adam Air kemudian dihentikan sejak 17 Maret 2008 dan baru akan dilanjutkan jika ada investor baru yang bersedia menalangi 50 persen saham yang ditarik Bhakti Investama tersebut.<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Air#cite_note-stop-operasi-4">[5]</a></sup></p>
<p>Pada <a title="18 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/18_Maret">18 Maret</a> <a title="2008" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2008">2008</a>, izin terbang atau Operation Specification Adam Air dicabut Departemen Perhubungan melalui surat bernomor AU/1724/DSKU/0862/2008. Isinya menyatakan bahwa Adam Air tidak diizinkan lagi menerbangkan pesawatnya berlaku efektif mulai pukul 00.00 tanggal 19 Maret 2008. <sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Air#cite_note-izin_terbang_dicabut-5">[6]</a></sup> Sedangkan AOC (Aircraft Operator Certificate)nya juga terancam dicabut apabila dalam 3 bulan mendatang tidak ada perbaikan.<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Air#cite_note-AOC_terancam_dicabut-6">[7]</a></sup></p>
<p>INI ADALAH PESAWAT ADAM AIR DENGAN BOEING 747-200</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-30" title="adam_air" src="http://orisboy.files.wordpress.com/2009/03/adam_air.jpg?w=450&#038;h=337" alt="adam_air" width="450" height="337" /></p>
<h2><span class="mw-headline">Insiden yang menimpa Adam Air</span></h2>
<ul>
<li><a title="11 Februari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/11_Februari">11 Februari</a> <a title="2006" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2006">2006</a>, Adam Air Penerbangan 782, Boeing 737-300, PK-KKE BH-782, Jakarta-Makassar, kehilangan arah dan mendarat di <a class="mw-redirect" title="Bandara Tambolaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Tambolaka">Bandara Tambolaka</a>, <a title="NTT" href="http://id.wikipedia.org/wiki/NTT">NTT</a>. Pesawat membawa 146 penumpang dan 6 awak pesawat. Tidak ada korban.</li>
<li><a title="1 Januari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1_Januari">1 Januari</a> <a title="2007" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2007">2007</a>, <a title="Adam Air Penerbangan 574" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Air_Penerbangan_574">Adam Air Penerbangan 574</a>, PK-KKW DHI-574, Boeing 737-400 Jakarta-Manado via Surabaya yang membawa 96 penumpang dan 6 awak pesawat, hilang di perairan <a class="mw-redirect" title="Majene" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majene">Majene</a>, <a title="Sulawesi Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Barat">Sulawesi Barat</a>. Pesawat hancur berkeping-keping setelah hilang kendali dan menghunjam laut. Sementara itu, hanya sebagian kecil bagian pesawat yang dapat ditemukan. Sebanyak 102 penumpang dan awak pesawat tidak ditemukan. Penyebab kecelakaan seperti yang diumumkan oleh <a class="mw-redirect" title="Komisi Nasional Keselamatan Transportasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Nasional_Keselamatan_Transportasi">Komisi Nasional Keselamatan Transportasi</a> (KNKT) adalah cuaca buruk, kerusakan pada alat bantu navigasi <em>Inertial Reference System</em> (IRS), dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat.</li>
<li><a title="7 Januari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/7_Januari">7 Januari</a> <a title="2007" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2007">2007</a>, 16 pilot Adam Air mengundurkan diri karena mereka menilai buruknya standar keamanan dan sistem navigasi di pesawat-pesawat yang dinilai berkualitas jelek.<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Air#cite_note-8">[9]</a></sup> Adam Air kemudian menuntut balik semua pilot ini karena kontrak kerja mereka belum habis.</li>
<li><a title="21 Februari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/21_Februari">21 Februari</a> <a title="2007" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2007">2007</a>, <a class="mw-redirect" title="Adam Air Penerbangan KI 172" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Air_Penerbangan_KI_172">Adam Air Penerbangan KI 172</a>, PK-KKV, (dalam gambar) Boeing 737-33A Jakarta-Surabaya tergelincir di <a class="mw-redirect" title="Bandara Juanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Juanda">Bandara Juanda</a>, <a class="mw-redirect" title="Surabaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surabaya">Surabaya</a>. Badan pesawat melengkung namun semua penumpang selamat. Atas peristiwa ini, <a title="Departemen Perhubungan Republik Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Departemen_Perhubungan_Republik_Indonesia">Departemen Perhubungan Republik Indonesia</a> memerintahkan untuk menghentikan untuk sementara pengoperasian tujuh pesawat Boeing 737-300 milik Adam Air.</li>
<li><a title="6 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/6_Maret">6 Maret</a> 2007, pesawat Adam Air gagal lepas landas dari <a class="mw-redirect" title="Bandara Juanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Juanda">Bandara Juanda</a> karena roda depan rusak.</li>
<li><a title="9 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/9_Juni">9 Juni</a> 2007, pesawat Adam Air jurusan Surabaya-Jakarta kembali ke landasan setelah mengudara selama 20 menit karena mengalami gangguan tekanan udara kabin.</li>
<li><a title="24 November" href="http://id.wikipedia.org/wiki/24_November">24 November</a> 2007, pesawat Adam Air jurusan Jakarta-Medan mengalami pecah ban.</li>
<li><a title="10 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/10_Maret">10 Maret</a> <a title="2008" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2008">2008</a>, pesawat Adam Air KI-292 Boeing 737-400 jurusan Jakarta-Batam tergelincir di landasan <a title="Bandar Udara Hang Nadim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Hang_Nadim">Bandar Udara Hang Nadim</a>, <a class="mw-redirect" title="Batam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batam">Batam</a>. Roda pendaratan pesawat patah setelah menghantam keras landasan bandara, sehingga menyebabkan pesawat keluar dari landasan sejauh 75 meter, dan mengalami kerusakan pada salah satu bagian sayapnya. Sebanyak 171 orang penumpang dan 6 awak pesawat selamat. Penyebab kecelakaan diduga akibat cuaca buruk.</li>
</ul>
<p>SEBUAH PESAWAT ADAM AIR YANG  SAAT ITU JATUH</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-31" title="adam_air_pk-kkv" src="http://orisboy.files.wordpress.com/2009/03/adam_air_pk-kkv.jpg?w=450" alt="adam_air_pk-kkv"   /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orisboy.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orisboy.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orisboy.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orisboy.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/orisboy.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/orisboy.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/orisboy.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/orisboy.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orisboy.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orisboy.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orisboy.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orisboy.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orisboy.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orisboy.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orisboy.wordpress.com&amp;blog=6753030&amp;post=29&amp;subd=orisboy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orisboy.wordpress.com/2009/03/06/29/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf0348c315aa9f9131297092aa0de4dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">orisboy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orisboy.files.wordpress.com/2009/03/adam_air.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">adam_air</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orisboy.files.wordpress.com/2009/03/adam_air_pk-kkv.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">adam_air_pk-kkv</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH-SEJARAH MASKAPAI PENERBANGAN DI INDONESIA</title>
		<link>http://orisboy.wordpress.com/2009/03/06/sejarah-sejarah-maskapai-penerbangan-di-indonesia/</link>
		<comments>http://orisboy.wordpress.com/2009/03/06/sejarah-sejarah-maskapai-penerbangan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 07:22:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orisboy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orisboy.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[1.Garuda Indonesia Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia. Garuda adalah nama burung mitos dalam legenda pewayangan. Sejarah Garuda Indonesia berawal dari tahun 1940-an, di mana Indonesia masih berperang melawan Belanda. Pada saat ini, Garuda terbang jalur spesial dengan pesawat DC-3. 26 Januari 1949 dianggap sebagai hari jadi maskapai penerbangan ini. Pada saat itu nama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orisboy.wordpress.com&amp;blog=6753030&amp;post=25&amp;subd=orisboy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 class="firstHeading">1.Garuda Indonesia</h1>
<p><strong>Garuda Indonesia</strong> adalah <a title="Maskapai penerbangan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maskapai_penerbangan">maskapai penerbangan</a> nasional <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. <a title="Garuda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda">Garuda</a> adalah nama burung mitos dalam legenda pewayangan.</p>
<h2><span class="mw-headline">Sejarah</span></h2>
<p>Garuda Indonesia berawal dari tahun <a title="1940-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1940-an">1940-an</a>, di mana Indonesia masih berperang melawan <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>. Pada saat ini, Garuda terbang jalur spesial dengan pesawat <a class="mw-redirect" title="DC-3" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DC-3">DC-3</a>.</p>
<p><a title="26 Januari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/26_Januari">26 Januari</a> <a title="1949" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1949">1949</a> dianggap sebagai hari jadi maskapai penerbangan ini. Pada saat itu nama maskapai ini adalah <em><a title="Indonesian Airways" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesian_Airways">Indonesian Airways</a></em>. Pesawat pertama mereka bernama <em><a class="mw-redirect" title="Seulawah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seulawah">Seulawah</a></em> atau <em>Gunung Emas</em>, dana untuk membeli pesawat ini didapatkan dari sumbangan masyarakat <a class="mw-redirect" title="Aceh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh">Aceh</a>, pesawat tersebut dibeli seharga 120,000 dolar malaya yang sama dengan 20 kg emas. Maskapai ini tetap mendukung Indonesia sampai revolusi terhadap <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a> berakhir. Garuda Indonesia mendapatkan konsesi monopoli penerbangan dari Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950 dari Koninklijke Nederlandsch Indie Luchtvaart Maatschappij (KNILM), perusahaan penerbangan nasional Hindia Belanda. Garuda adalah hasil joint venture antara Pemerintah Indonesia dengan maskapai Belanda Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (KLM). Pada awalnya, Pemerintah Indonesia memiliki 51% saham dan selama 10 tahun pertama, perusahaan ini dikelola oleh KLM. Karena paksaan nasionalis, KLM menjual sebagian dari sahamnya di tahun 1954 ke pemerintah Indonesia.</p>
<p>Pemerintah <a class="mw-redirect" title="Burma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Burma">Burma</a> banyak menolong maskapai ini pada masa awal maskapai ini. Oleh karena itu, pada saat maskapai ini diresmikan sebagai perusahaan pada <a title="31 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/31_Maret">31 Maret</a> <a title="1950" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1950">1950</a>, Garuda menyumbangkan Pemerintah Burma sebuah pesawat DC-3. Pada mulanya, Garuda memiliki 27 pesawat terbang, staf terdidik, bandara dan jadwal penerbangan, sebagai kelanjutan dari KNILM. Ini sangat berbeda dengan perusahaan-perusahaan pioneer lainnya di Asia.</p>
<p>Pada <a title="1953" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1953">1953</a>, maskapai ini memiliki 46 pesawat, tetapi pada <a title="1955" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1955">1955</a> pesawat <a class="new" title="Catalina (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Catalina&amp;action=edit&amp;redlink=1">Catalina</a> mereka harus pensiun. Tahun <a title="1956" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1956">1956</a> mereka membuat jalur penerbangan pertama ke <a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah">Mekkah</a>.</p>
<p>Tahun <a title="1960-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1960-an">1960-an</a> adalah saat kemajuan pesat maskapai ini. Tahun 1965 Garuda mendapat dua pesawat baru yaitu pesawat jet <a class="new" title="Convair 990 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Convair_990&amp;action=edit&amp;redlink=1">Convair 990</a> dan pesawat turboprop <a class="new" title="Lockheed L-118 Electra (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lockheed_L-118_Electra&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lockheed L-118 Electra</a>. Pada tahun <a title="1961" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1961">1961</a> dibuka jalur menuju <a class="mw-redirect" title="Bandara Internasional Kai Tak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Internasional_Kai_Tak">Bandara Internasional Kai Tak</a> di <a title="Hong Kong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hong_Kong">Hong Kong</a> dan tahun <a title="1965" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1965">1965</a> tibalah era <a title="Pesawat jet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pesawat_jet">jet</a>, dengan <a class="new" title="DC-8 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=DC-8&amp;action=edit&amp;redlink=1">DC-8</a> mereka membuat jalur penerbangan ke <a class="mw-redirect" title="Bandara Schiphol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Schiphol">Bandara Schiphol</a> di <a class="new" title="Haarlemmeer (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Haarlemmeer&amp;action=edit&amp;redlink=1">Haarlemmeer</a>, <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>, <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>.</p>
<p>Tahun <a title="1970-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1970-an">1970-an</a> Garuda mengambil perangkat <a class="mw-redirect" title="DC-9" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DC-9">DC-9</a> dan juga Pesawat Jet kecil <a title="Fokker F28" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fokker_F28">Fokker F28</a> saat itu Garuda memiliki 36 pesawat F28 dan merupakan operator pesawat terbesar di dunia untuk jenis pesawat tersebut, sementara pada <a title="1980-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1980-an">1980-an</a> mengadopsi perangkat dari <a title="Airbus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Airbus">Airbus</a>, seperti <a class="new" title="A300 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=A300&amp;action=edit&amp;redlink=1">A300</a>. Dan juga <a title="Boeing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing">Boeing</a> 737, juga <a title="McDonnell Douglas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/McDonnell_Douglas">McDonnell Douglas</a> <a class="new" title="MD-11 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=MD-11&amp;action=edit&amp;redlink=1">MD-11</a>.</p>
<p>Dalam tahun <a title="1990-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1990-an">1990-an</a>, Garuda mengalami beberapa <a class="mw-redirect" title="Musibah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musibah">musibah</a>, dan maskapai ini mengalami periode ekonomi sulit. Tetapi, dalam tahun <a title="2000-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2000-an">2000-an</a> ini maskapai ini telah dapat mengatasi masalah-masalah di atas dan dalam keadaan ekonomi yang bagus.</p>
<p>Salah satu lelucon awal mengenai maskapai penerbangan ini adalah bahwa Garuda merupakan <a title="Akronim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Akronim">akronim</a> dari <em>&#8220;Good Airline Run Under Dutch Administration&#8221;</em> (Maskapai penerbangan yang baik bila dijalankan di bawah administrasi <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>) atau <em>&#8220;Good And Reliable Under Dutch Administration&#8221;</em> (Maskapai yang baik dan terpercaya bila dijalankan di bawah administrasi Belanda). Ini mungkin merujuk pada kenyataan bahwa 10 tahun pertama, Garuda dikelola oleh KLM.</p>
<h2><span class="mw-headline">Asal nama Garuda Indonesia</span></h2>
<p>Pada 25 Desember 1949, wakil dari <a title="KLM" href="http://id.wikipedia.org/wiki/KLM">KLM</a> yang juga teman Presiden Soekarno, Dr. Konijnenburg, menghadap dan melapor kepada Presiden di Yogyakarta bahwa KLM Interinsulair akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil <a title="Konferensi Meja Bundar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Meja_Bundar">Konferensi Meja Bundar</a> (KMB) dan meminta kepada beliau memberi nama bagi perusahaan tersebut karena pesawat yang akan membawanya dari Yogyakarta ke Jakarta nanti akan dicat sesuai nama itu.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Presiden Soekarno menjawab dengan mengutip satu baris dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal, Noto Soeroto di zaman kolonial, <em>Ik ben Garuda, Vishnoe&#8217;s vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden</em> (&#8220;Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi diatas kepulauanmu&#8221;)</p>
<p>Maka pada <a title="28 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/28_Desember">28 Desember</a> <a title="1949" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1949">1949</a>, terjadi penerbangan yang bersejarah yaitu pesawat DC-3 dengan registrasi PK-DPD milik KLM Interinsulair terbang membawa Presiden Soekarno dari Yogyakarta ke Kemayoran &#8211; Jakarta untuk pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan logo baru, Garuda Indonesian Airways, nama yang diberikan Presiden Soekarno kepada perusahaan penerbangan pertama ini</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-27" title="800px-garuda_indonesia_air_lines_at_narita_2005071" src="http://orisboy.files.wordpress.com/2009/03/800px-garuda_indonesia_air_lines_at_narita_2005071.jpg?w=450&#038;h=337" alt="800px-garuda_indonesia_air_lines_at_narita_2005071" width="450" height="337" /></p>
<p>INI ADALAH PASAWAT DENGAN BOEING 747-400</p>
<h2><span class="mw-headline">Armada</span></h2>
<p>Armada Garuda Indonesia per Mei 2007 terdiri dari:<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda_Indonesia#cite_note-0">[1]</a></sup></p>
<ul>
<li>6 <a title="Airbus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Airbus">Airbus</a> <a class="mw-redirect" title="Airbus A330-300" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Airbus_A330-300">A330-300</a> (<a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang IATA (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_IATA&amp;action=edit&amp;redlink=1">IATA</a>:333 <a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang ICAO (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_ICAO&amp;action=edit&amp;redlink=1">ICAO</a>:A333)</li>
<li>11 <a title="Boeing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing">Boeing</a> <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-300" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-300">737-300</a> (<a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang IATA (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_IATA&amp;action=edit&amp;redlink=1">IATA</a>:733 <a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang ICAO (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_ICAO&amp;action=edit&amp;redlink=1">ICAO</a>:B733)</li>
<li>19 <a title="Boeing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing">Boeing</a> <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-400" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-400">737-400</a> (<a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang IATA (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_IATA&amp;action=edit&amp;redlink=1">IATA</a>:734 <a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang ICAO (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_ICAO&amp;action=edit&amp;redlink=1">ICAO</a>:B734)</li>
<li>5 <a title="Boeing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing">Boeing</a> <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-500" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-500">737-500</a> (<a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang IATA (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_IATA&amp;action=edit&amp;redlink=1">IATA</a>:735 <a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang ICAO (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_ICAO&amp;action=edit&amp;redlink=1">ICAO</a>:B735)</li>
<li>4 <a title="Boeing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing">Boeing</a> <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-800" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-800">737-800</a> (<a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang IATA (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_IATA&amp;action=edit&amp;redlink=1">IATA</a>:738 <a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang ICAO (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_ICAO&amp;action=edit&amp;redlink=1">ICAO</a>:B738)</li>
<li>3 <a title="Boeing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing">Boeing</a> <a class="mw-redirect" title="Boeing 747-400" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_747-400">747-400</a> (<a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang IATA (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_IATA&amp;action=edit&amp;redlink=1">IATA</a>:744 <a class="new" title="Kode tipe pesawat terbang ICAO (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_tipe_pesawat_terbang_ICAO&amp;action=edit&amp;redlink=1">ICAO</a>:B744)</li>
</ul>
<p>Garuda juga akan menambahkan armadanya dengan:<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda_Indonesia#cite_note-1">[2]</a></sup></p>
<ul>
<li><a title="2009" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2009">2009</a> &#8211; <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-800" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-800">Boeing 737-800</a> (8)</li>
<li><a title="2010" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2010">2010</a> &#8211; <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-800" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-800">Boeing 737-800</a> (10)</li>
<li><a title="2010" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2010">2010</a> &#8211; <a class="new" title="Boeing 777-300ER (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boeing_777-300ER&amp;action=edit&amp;redlink=1">Boeing 777-300ER</a> (10)</li>
<li><a title="2011" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2011">2011</a> &#8211; <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-800" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-800">Boeing 737-800</a> (5)</li>
<li><a title="2012" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2012">2012</a> &#8211; <a class="mw-redirect" title="Boeing 737-800" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_737-800">Boeing 737-800</a> (2)</li>
<li><a title="2011" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2011">2011</a>-<a title="2013" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2013">2013</a> &#8211; <a title="Boeing 787" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boeing_787">Boeing787-8 Dreamliner</a> (10)</li>
</ul>
<h2><span class="mw-headline">Musibah</span></h2>
<p>Beberapa musibah yang terjadi pada maskapai Garuda Indonesia antara lain adalah:</p>
<ul>
<li><a title="6 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/6_Maret">6 Maret</a> <a title="1979" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1979">1979</a> &#8211; <a title="Garuda Indonesia Penerbangan 553" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda_Indonesia_Penerbangan_553">Garuda Indonesia Penerbangan 553</a> menabrak lereng <a title="Gunung Bromo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Bromo">Gunung Bromo</a> di ketinggian 6.200 kaki menewaskan keempat awaknya.</li>
<li><a title="11 Juli" href="http://id.wikipedia.org/wiki/11_Juli">11 Juli</a> <a title="1979" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1979">1979</a> &#8211; <a title="Musibah Garuda Indonesia 11 Juli 1979" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musibah_Garuda_Indonesia_11_Juli_1979">Fokker F-28 Garuda Indonesia</a> menabrak lereng <a class="new" title="Gunung Pertektekan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gunung_Pertektekan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gunung Pertektekan</a> menewaskan 57 penumpang beserta 4 orang awaknya.</li>
<li><a title="20 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/20_Maret">20 Maret</a> <a title="1982" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1982">1982</a> &#8211; <a title="Musibah Garuda Indonesia 20 Maret 1982" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musibah_Garuda_Indonesia_20_Maret_1982">Fokker F-28 Garuda Indonesia</a> terperosok setelah mendarat di <a class="mw-redirect" title="Bandara Branti" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Branti">Bandara Branti</a>, <a title="Lampung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lampung">Lampung</a> menewaskan 23 penumpang beserta 4 orang awaknya.</li>
<li><a title="26 September" href="http://id.wikipedia.org/wiki/26_September">26 September</a> <a title="1997" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1997">1997</a> &#8211; <a title="Garuda Indonesia Penerbangan 152" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda_Indonesia_Penerbangan_152">Garuda Indonesia Penerbangan 152</a> jatuh di Desa Buah Nabar, <a title="Sibolangit, Deli Serdang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sibolangit,_Deli_Serdang">kecamatan Sibolangit</a>, <a title="Kabupaten Deli Serdang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Deli_Serdang">Kabupaten Deli Serdang</a>, <a title="Sumatera Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Utara">Sumatera Utara</a>, <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 222 orang dan 12 awak pesawat.</li>
<li><a title="17 Januari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Januari">17 Januari</a> <a title="2002" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2002">2002</a> &#8211; <a title="Garuda Indonesia Penerbangan 421" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda_Indonesia_Penerbangan_421">Garuda Indonesia Penerbangan 421</a> mendarat darurat di <a title="Bengawan Solo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bengawan_Solo">Bengawan Solo</a> menewaskan 1 awak pesawat.</li>
<li><a title="7 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/7_Maret">7 Maret</a> <a title="2007" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2007">2007</a> &#8211; <a title="Garuda Indonesia Penerbangan 200" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda_Indonesia_Penerbangan_200">Garuda Indonesia Penerbangan 200</a> terbakar dan meledak sesaat setelah mendarat di <a title="Bandar Udara Adi Sutjipto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Adi_Sutjipto">Bandar Udara Adi Sutjipto</a> <a title="Kota Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Yogyakarta">Kota Yogyakarta</a>. Sedikitnya 22 orang meninggal dunia. Pesawat tersebut membawa penumpang sebanyak 133 orang dan 7 awak.<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda_Indonesia#cite_note-ga-200-2">[3]</a></sup></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orisboy.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orisboy.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orisboy.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orisboy.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/orisboy.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/orisboy.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/orisboy.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/orisboy.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orisboy.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orisboy.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orisboy.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orisboy.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orisboy.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orisboy.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orisboy.wordpress.com&amp;blog=6753030&amp;post=25&amp;subd=orisboy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orisboy.wordpress.com/2009/03/06/sejarah-sejarah-maskapai-penerbangan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf0348c315aa9f9131297092aa0de4dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">orisboy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orisboy.files.wordpress.com/2009/03/800px-garuda_indonesia_air_lines_at_narita_2005071.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">800px-garuda_indonesia_air_lines_at_narita_2005071</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://orisboy.wordpress.com/2009/02/27/hello-world/</link>
		<comments>http://orisboy.wordpress.com/2009/02/27/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 03:16:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orisboy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orisboy.wordpress.com&amp;blog=6753030&amp;post=1&amp;subd=orisboy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orisboy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orisboy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orisboy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orisboy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/orisboy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/orisboy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/orisboy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/orisboy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orisboy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orisboy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orisboy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orisboy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orisboy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orisboy.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orisboy.wordpress.com&amp;blog=6753030&amp;post=1&amp;subd=orisboy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orisboy.wordpress.com/2009/02/27/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf0348c315aa9f9131297092aa0de4dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">orisboy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
